Viral marketing adalah cara promosi dengan bantuan audiens. Pelajari pengertian, tujuan, ciri, contoh, kelebihan dan kekurangannya lengkap di sini.
Kamu pasti sering denger kata “viral marketing” kan?
Simpelnya, viral marketing itu cara promosi di mana orang lain yang bantu nyebarin. Bukan kamu yang pasang iklan terus-terusan. Anggap aja kayak virus. Satu orang share, terus temennya share lagi, Lama-lama bisa dilihat jutaan orang tanpa kamu ngapa-ngapain.
Nah, biar lebih paham, kita bahas poin-poin pentingnya satu-satu yuk.
Table of Contents
TogglePengertian Viral Marketing
Viral marketing itu cara kamu promosi dengan bikin audiens yang bantu nyebarin brand kamu. Tugas kamu cuma bikin konten yang menarik, sampai orang mau share ke temen-temennya. Penyebarannya jalan sendiri secara alami, bukan karena kamu terus-terusan pasang iklan.
Caranya mirip virus. Dari kamu ke satu orang, terus orang itu share lagi ke yang lain sampai luas banget. Hasilnya kamu bisa dapet jangkauan besar tanpa harus keluarin banyak biaya promosi.
Tujuan Viral Marketing
Viral marketing itu cara kamu promosi dengan ngandelin konten yang sampe bikin orang kepo terus di-share. Alasan kamu pake strategi ini karena mau brand kamu cepet ngetop tanpa boncos biaya iklan. Pelaku penyebarannya ya orang-orang, mulai dari follower kamu sampai ke jaringan mereka yang lain. Tempatnya biasanya di dunia maya, kayak IG, TikTok, X, atau grup chat yang rame.
Momennya pas banget kalau kamu upload sesuatu yang lagi trend dan bikin orang ngerasa relate. Tekniknya simpel, kamu cukup bikin konten yang lucu, unik, atau ngena, terus biarin audiens yang nyebarin.
Ciri-Ciri Viral Marketing
Ada 5 ciri dari viral marketing:
1. Penyebarannya Otomatis.
Jika kontennya viral, penyebarannya otomatis. Kita hanya perlu posting sekali, lalu akan ada orang yang membantu meneruskannya.
2. Memiliki Daya Tarik
Kontennya juga harus menarik. Yang membuat tertawa, unik, atau relate dengan kehidupan. Jika kontennya biasa saja, orang tidak akan terpikir untuk membagikannya.
3. Prosesnya Cepat
Awalnya penontonnya sedikit, tapi tidak berapa lama bisa langsung meledak dan dilihat banyak orang.
4. Modalnya Kecil
Tidak harus mengeluarkan uang untuk iklan yang mahal. Cukup modal ide kreatif, sudah bisa membuat orang mengenal secara luas.
5. Gampang Ditiru
Begitu ada yang melihat kontennya menarik, biasanya langsung membuat versi mereka sendiri. Dari situlah jangkauannya menjadi semakin luas.
Contoh Viral Marketing
Ada 4 contoh viral marketing:
1. Produk yang Tiba-tiba Ramai. Seperti orang makan seblak lalu membuat konten “pedasnya parah banget”. Videonya viral, lalu besoknya tokonya langsung penuh pembeli.
2. Tren Joget TikTok. Ada juga jogetan di TikTok yang diikuti banyak orang. Awalnya 1 orang membuat joget pakai lagu A, lama-lama orang lain ikut juga pakai lagu yang sama.
3. Giveaway Tag Teman. Brand juga sering memakai cara ini. Mereka membuat postingan “Tag teman kamu untuk dapat hadiah”. Otomatis kolom komentar jadi ramai dan nama brand menyebar tanpa perlu bayar iklan.
4. Filter dan Makanan Viral. Ada contoh dari filter. Seperti filter yang bisa membuat tua atau jadi anime. Awalnya hanya beberapa orang yang pakai. Tapi karena terlihat lucu, akhirnya semua orang ikut mencoba. Contoh lain makanan yang viral seperti boba dan es kepal milo. Awalnya sepi, setelah banyak yang mengunggah fotonya ke IG dan TikTok, langsung semua orang mencarinya.
Kelebihan Viral Marketing
Ada 3 Kelebihan Viral Marketing:
1. Penyebarannya Luas. Kamu cukup upload sekali aja, terus yang lanjutin share itu orang-orang sendiri. Jadi gak perlu keluar duit banyak buat iklan.
2. Prosesnya Cepat. Kalau kontennya pas dan lagi relate, bisa langsung rame dalam beberapa hari.
3. Lebih Dipercaya. Orang juga lebih percaya, karena yang nyebarin biasanya temen atau orang biasa, bukan dari brand-nya langsung.
Kekurangan Viral Marketing
Ada 4 Kekurangan Viral Marketing:
1. Hasilnya Tidak Pasti. Kamu tidak pernah tahu konten yang kita buat akan ramai atau tidak. Kadang sudah niat banget membuatnya tapi hasilnya sepi.
2. Tidak Bertahan Lama. Viral itu tidak awet. Hari ini sedang dibicarakan orang, besok sudah ketimpa tren baru.
3. Berisiko Kena Hujatan. Jika kontennya berlebihan atau menyinggung, bisa langsung kena hujat dan nama jadi rusak.
4. Sulit Menghasilkan Penjualan. Yang paling menyebalkan, yang menonton ramai tapi saat disuruh beli malah tidak ada.
Jadi sekarang kamu udah paham dong gimana kerja viral marketing beserta untung
Ruginya.
Sekarang saatnya kamu mulai mikirin ide konten dan coba buat versi kamu
Sendiri. Siapa tau konten kamu yang rame berikutnya!


